Martabat orang Indonesia di mata orang Malaysia

kabah1Ketika itu saya lagi jagong kaji (bertamu kepada orang yang baru pulang haji), tentunya selain di suguhi aneka makanan khas arab seperti kurma,kacang arab dan air zam-zam.,di situ saya lama sekali dan cerita pengalaman di tanah suci.,mulai dari thowaf, sa’I, lempar jumroh dsb.,di situ ada cerita yang paling menggelitik tentang pembicaraan tetangga saya yang berhaji dengan orang Malaysia.
Mereka bercerita tentang orang Indonesia, mulai dari tempat menginap yang tentunya lebih dekat dengan masjidil haram ketimbang orang Indonesia, jarak penginapan orang Malaysia maksimal cuma 700M dari masjidil haram, sedangkan orang Indonesia sekitar 1.8 KM dari masjidil haram,dari situ aja sudah terlihat manajemen pemerintah tidak serius menggapi masalah Haji, jarak yang lebih jauh memungkinkan tambah pengeluaran perjalanan menuju masjidil haram dimana pusat Haji dilaksanakan., dan yang paling menggelitik perkataan jamaah haji asal Malaysia adalah orang Indonesia sebatas pembantu di Malaysia, bagaimana tidak.,orang Malaysia berkata kepada orang Indonesia “saya harap jangan jadi pembantu rumah tangga di Malaysia dulu, karena gaji untuk beberapa bulan tidak di bayar”, dari situ kita bisa membayangkan bahwa orang Malaysia merasa diatas angin dari pada orang Indonesia, yang mana orang Indonesia mencari nafkah di negeri mereka dan hanya sebatas pembantu rumah tangga.

Iklan